Featured

Kencur atau cikur (Kaempferia galanga)

Tanaman kencur ini mampu menghilangkan rasa cemas, stress dan juga depresi yang berlebihan. Tanaman kencur menjadi salah satu tanaman yang mudah untuk membudidayakan tanaman kencur. Tanaman yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia mampu dijadikan sebagai alat untuk itu tanaman ini juga herbal dalam mengatasinya. Nah seperti apa yang sudah dijudulkan, dimana kami disini akan membahas secara lengkap mengenai klasifikasi dan diserta dengan warna. Apa saja yang menjadi klasifikasin dan juga morfologi dari tanama. Buaya? Dibawah inilah yang menjadi klasifikasi dan morfologi yang terlengkap. Apa saja yang menjadi klasifikasi dan morfologinya?   Langsung saja disimak pembahasan yang ada dibawah ini. Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kencur Klasifikasi Tanaman Kencur Tanaman kencur memiliki bahasa latin yakni Kaempferia Galanga beserta dengan klasifikasinya. Seperti apa klasifikasi dari tanaman kencur ini? Langsung saja disimak ulasan yang telah tertulis dibawah ini. Kingdom : Plantae Infra K

SEREH/SERAI (Cymbopogon citratus)



Serai menjadi salah satu bumbu dapur yang sangat berguna untuk mempersedap berbagai jenis makanan – terutama makanan Indonesia yang terkenal dengan kekayaan rempah-rempah dan bumbu.


Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Serai

Serai yang biasanya juga disebut dengan nama sereh merupakan anggota dari suku rerumputan; tidak hanya daunnya, pada umumnya serai juga diproduksi kembali untuk menghasilkan minyak.


Tahu-kah sobat sekalian bahwa minyak serai merupakan bahan yang sangat ampuh untuk mengusir berbagai repelen atau yang umumnya kita sebut sebagai nyamuk.


Minyak serai juga dikenal dengan nama minyak atsiri yang mengandung komponen sitronela (kurang lebih antara enam-puluh enam hingga delapan-puluh lima persen) yang sudah pastinya tidak disukai oleh nyamuk dan berbagai serangga lainnya.


Tidak hanya sitronela, minyak serai juga mengandung kurang lebih tujuh-puluh lima hingga delapan-puluh lima persen Aldehide.


Minyak tersebut terproduksi seletah melalui penyulingan pada bagian atas tumbuhan serai. Di Indonesia sendiri, tanaman serai memiliki berbagai julukan berbeda di masing-masing daerah.


Contohnya: masyarakat Jawa umumnya menyebut serai sebagai sereh, dan di daerah Halmahera, serai lebih dikenal dengan sebutan bubu. Ya, cukup unik, bukan?


Lalu, bagaimana jika Anda tak sengaja membutuhkan tanaman unik ini di luar negeri? Anda tak perlu khawatir, karena serai juga tumbuh di berbagai belahan dunia – terutama di daerah-daerah tropis; nama yang dipakai di sekitar masyarakat pada umumnya (internasional) adalah lemongrass.


Pada artikel kali ini, kami akan memberikan penjelasan lengkap mengenai Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Serai kepada pembaca sekalian. Mari kita simak bersama-sama!


Klasifikasi Tanaman Serai

Berikut ini adalah klasifikasi lengkap dari tanaman serai:


Kingdom : Plantea

Sub Kingdom : Viridiplantea

Infra Kingdom : Striptophyta

Super Devisi : Embryophyta

Devisi : Tracheophyta

Sub Devisi : Spermatophytina

Kelas : Magnoliopsida

Super Ordo : Lilianae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae

Genus : Cimbopogon Spreng

Species : Cimbopogon Nardus L. Rendle

Setelah ini, kami akan memberikan penjelasan lengkap mengenai morfologi dari tanaman serai ini.


Morfologi Tanaman Serai

1. Akar

Tanaman yang memiliki nama Latin Cimbopogon Nardus L. Rendle tercipta dengan jenis akar serabut dengan impang yang pendek; akarnya sendiri-pun tergolong cukup besar.


Pada umumnya akar dari tanaman serai memiliki warna cokelat muda; akarnya mampu menjejak masuk ke dalam tanah dengan jarak kurang lebih hingga satu setengah meter.


Ya, meskipun tanaman ini terlihat seperti rumput-rumput yang rentan, namun kekuatan akarnya tidak bisa diremehkan.


2. Batang

Batang serei memiliki struktur yang berongga dan lunak; batangnya berumbi dan bergerombol. Seperti yang Anda tahu, batang dari serai inilah yang kerap dijadikan sebagai bahan dasar bumbu dapur. Karena, isi batang tanaman serai merupakan umbi itu sendiri (di posisi pucuk) yang seringkali memiliki warna putih kekuningan.


Namun, hasil warna yang dipamerkan oleh batang serei tidak hanya berhenti sampai disana, terkadang Anda juga bisa mendapati warna-warna yang berbeda seperti putih keunguan hingga putih kemerahan.


Selanjutnya, Anda harus memperlakukan batang serai ini dengan hati-hati, pasalnya, meskipun batangnya bersifat kaku, namun ia juga sangatlah rawan untuk patah.


Jadi, perlakuan khusus haruslah diberikan kepada batang dari tumbuhan serai. Jika Anda memperhatikan tanaman ini ketika masih dalam tahap pertumbuhan, maka Anda akan mendapati bahwa batang serai tumbuh lurus tegak dari dalam tanah.


3. Daun

Sekarang kita beranjak pada daun daripada tanaman serai. Pada umumnya, daun dari tanaman serai tidak memiliki batang dan berwarna hijau. Hal yang membuat daun tanaman ini agak sedikit berbeda dengan tanaman lainnya adalah keluarnya sebuah aroma khas menyerupai buah citrus.


Daunnya berbentuk runcing, panjang, serta bertekstur kesat; bentuknya hampir menyerupai sebuah pita yang terlihat semakin runcing ke ujungnya.


Tepian daripada daun serai bertekstur tajam dan cukup kasar. Daun-daun serai akan menyebar rata pada seluruh batang dan tulang daunnya tersusun rapi sejajar.


Daun serai memiliki lebar berkisar dua senti dengan panjang berkisar antara lima-puluh hingga seratus sentimeter. Permukaan daun serai cenderung berbulu harus (permukaan dan bagian bawah), ketebalan daun terbilang cukup tipis.


4. Biji, Bunga, dan Buah Serai

Tanaman serai jarang sekali memiliki bunga, andai kata tanaman ini memiliki bunga, bunga yang muncul tidak menyerupai bunga pada umumnya – yaitu bunga indah yang bermahkota. Namun, bunga dari tanaman serai lebih cenderung menyerupai bulir-bulir.


Jika Anda menanam tanaman serai, jangan pernah berharap untuk dapat melihat buah maupun biji dari tanaman ini; sangat amatlah jarang atau bahkan hampir tidak pernah tanaman serai ini berbuah maupun terlihat memiliki biji.



Berikut 15 manfaat sereh atau serai untuk kesehatan.


1. MENGONTROL TINGKAT KOLESTEROL

Sereh memiliki sifat anti-hiperlipidemia dan anti-hiperkolesterolemia yang mendukung kadar kolesterol yang sehat. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi sereh secara rutin dapat mempertahankan tingkat kesehatan trigliserida dan mengurangi kolesterol LDL dalam tubuh. Hal ini akan membantu mencegah akumulasi lipid dalam pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah.


2. KESEHATAN PENCERNAAN

Efek diuretik dalam serai dapat membantu dalam meningkatkan kuantitas dan frekuensi buang air kecil, sehingga akan membantu dalam menjaga kesehatan pencernaan, menghilangkan lemak jahat, dan menjaga kesehatan sistem tubuh.


3. MENGOBATI KANKER

Penelitian telah menunjukkan bahwa sereh mengandung citral (zat anti-kanker), yang bermanfaat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker selama fase awal dan mencegah setiap produksi lebih lanjut dari sel-sel kanker tersebut.


4. MELINDUNGI TUBUH DARI BIOFILM

Penelitian telah menunjukkan bahwa minyak serai memiliki kemampuan anti-biofilm dan membantu menyembuhkan infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Minyak sereh ini berisi fenol yang memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat melalui jaringan tubuh dan mencegah biofilm yand ada di dalam tubuh.


5. MENGATASI GANGGUAN PERUT

Penelitian telah menunjukkan bahwa serai memiliki sifat anti-mikroba dan anti-bakteri yang membantu dalam mencegah infeksi yang disebabkan oleh berbagai patogen seperti Helicobacter pylori dan Escherichia coli.


Hal ini akan bermanfaat untuk mencegah gangguan pencernaan seperti maag lambung, membantu dalam merangsang fungsi usus, dan meningkatkan pencernaan. Sifat anti-inflamasi dari serai juga bermanfaat untuk mengobati sembelit, diare, mual dan sakit perut.


6. MENCEGAH INSOMNIA

Penelitian telah menunjukkan bahwa sereh memiliki mangandung zat penenang yang dapat membantu dalam meningkatkan durasi dan kualitas tidur.


7. MENCEGAH GANGGUAN PERNAFASAN

Kandungan vitamin C yang ada di dalam serai dapat membantu menyembuhkan penyumbatan di hidung, flu dan gangguan pernafasan lainnya seperti asma bronkial.


8. MEMBANTU MENGATASI DEMAM

Efek anti-piretik yang ada dalam sereh berfungsi untuk mengeluarkan keringat. Hal ini dapat bermanfaat untuk menyembuhkan demam dengan menginduksi keluarnya keringat.


9. MENGOBATI INFEKSI

Serai berfungsi sebagai antiseptik dan efektif dalam mengobati infeksi seperti kurap, luka, kudis, dan infeksi saluran kemih karena adanya sifat antimikroba dan anti-jamur.


10. KESEHATAN SISTEM SARAF

Sereh telah terbukti dapat menjadi tonik yang sangat baik untuk sistem saraf. Hal ini akan merangsang pikiran dan membantu mencegah kejang, gugup, vertigo dan berbagai gangguan saraf seperti Alzheimer dan penyakit Parkinson.


11. MEMBANTU MENGOBATI DIABETES TIPE-2

Serai telah terbukti bermanfaat untuk mengobati diabetes tipe-2. Penelitian telah menunjukkan bahwa citral di dalamnya dapat membantu mempertahankan tingkat optimal insulin dan meningkatkan toleransi glukosa dalam tubuh.


12. PERAWATAN KULIT

Serai dapat menjadi tonik untuk kulit dan membersihkan kulit yang berminyak atau berjerawat karena  adaya zat antiseptik. Selain itu, serai juga membantu memperkuat jaringan kulit dan mengencangkan pori-pori.


13. SEBAGAI AROMATERAPI

Sereh terdiri dari bahan-bahan yang bermanfaat seperti nerol, sitronelol, myrcene, dipentene, geraniol dan metil heptenone yang memiliki sifat anti-jamur, insektisida dan sifat antiseptik. Sereh dapat digunakan sebagai aromaterapi yang dapat membantu dalam merevitalisasi dan menyegarkan tubuh.


14. MENCEGAH OBESITAS

Serai mengandung citral yang telah terbukti efektif mencegah obesitas. Serai dapat mencegah penumpukan lemak di perut dan meningkatkan energi yang tersimpan dalam tubuh. Hal ini juga akan membantu metabolisme dan meningkatkan oksidasi asam lemak di dalam tubuh.


15. MENGATASI BAU BADAN

Serai digunakan dalam pembuatan deodoran karena memiliki sifat pembersih dan antibakteri yang membantu mengatasi bau badan yang tidak sedap dan mencegah infeksi jamur.


Efek Samping Serai


Meskipun dianggap aman, akan tetapi serai juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk atau olahan dari serai, khususnya bagi wanita hamil, wanita yag sedang menyusui, dan seseorang yang sedang menjalani perawatan medis.


Comments