 |
| Buah Mangga Segar |
Mangga merupakan buah yang sangat digemari di Indonesia. Pemanfaatan buah mangga mulai dari masih mentah dibuat rujak atau lotisan, asinan, atau manisan. Sesudah matang mangga bisa dikonsumsi sebagai hidangan penutup atau dinikmati sebagai buah segar. Sebagai minuman juga dapat diolah menjadi jus. Dalam industri makanan bisa dibuat sebagai perisa makanan, maupun bahan olahan lain
Sentra produksi mangga terbesar Indonesia ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara. Dari daerah-daerah itulah beraneka macam buah mangga dipasarkan ke berbagai daerah.
Pohon mangga yang tersebar di Indonesia saat ini umumnya dari marga (genus) Mangifera, yang berasal dari kawasan perbatasan India-Myanmar. Marga ini telah ribuan tahun beradaptasi dengan lingkkungan tropis basah Nusantara. Pohon mangga umumnya serentak berbunga di awal kemarau. Bunganya yang berwarna kuning itu mekar, bertumpu di batang malai yang menjulur dari ujung ranting. Kelak, malai itu akan menjadi tangkai buahnya. Bunga mangga juga muncul bergelombang selama dua-tiga bulan.
Sebagaimana pohon lain, pohon mangga perlu air. Keterbatasan air akan membuat bunga rontok. Buah yang optimal biasanya akan mengiringi musim kemarau yang cukup basah. Pohon-pohon dewasa yang telah berumur dii atas 10 tahun lebih tahan terhadap musim karena perakarannya yang dalam dan bisa menjangkau air tanah yang lebih dalam. Dalam kondisi iklim yang normal, biasanya mangga berbunga mulai Mei sampai Juli dan buahnya tumbuh untuk bisa dipetik Oktober hingga Desember.
Indonesia termasuk negara penghasil mangga. Namun persaingan di pasar ekspor pun sangat ketat. India adalah negara penghasil mangga terbesar di dunia dengan produksi sekitar 14 juta ton per tahun. Di bawahnya ialah Tiongkok (4 juta ton), lalu Meksiko (2 juta ton), Thailand (1,8 juta ton), Pakistan (1,7 juta ton), dan Indonesia (1,6 juta ton). Brazil dan Filipina juga termasuk negara produsen mangga. Tapi, belakangan Australia dan Spanyol mengembangkan kultivarnya sendiri, dan memasuki pasar mangga global dengan kualitas super.
Selain manis segar, buah mangga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Daging buahnya mengandung vitamin A, B kompleks, C, D, E, serta beta karoten. Ada pula mineral seperti kalsium,
 |
| Perkebunan mangga yang sedang berbuah |
fosfor, kalium, selenium, zat besi, serat, dan masih banyak lagi lainnya.
Pohon mangga mudah dibudidayakan, dan umumnya ditanam dalam bentuk bibit cangkok atau okulasi. Jika yang ditanam bibit cangkok setinggi 70-80 cm, pada umur 3-4 tahun ia sudah berbuah. Tapi, untuk bibit okulasi perlu waktu lebih panjang, yakni enam tahun. Jika dirawat dengan baik, diberi pupuk dan air yang cukup, mangga akan lebih produktif. Pemakaian zat perangsang paklobutrazol yang dicampur air dan disiram ke zona perakarannya, produktivitas mangga bisa dilipatduakan.
Ada setidaknya 9 jenis mangga yang banyak di tanam di Indonesia, namun 2 jenis mangga ini sangat populer dan mudah didapat karena budidayanya memang paling mudah. Selain mudah di tanam, jenis pohon yang pendek dan berbuah pada usia pohon dibawah 5 tahun menjadikan jenis ini paling digemari untuk dijadikan tanaman hias maupun produksi.
Mangga Manalagi
Pohon mangga manalagi ini cepat tumbuh. Percabangannya ekspansif dan daunnya lebat. Pada usia 10 tahun, batang utamanya bisa mencapai tinggi enam meter. Buah mangga telah lama menjadi komoditi unggulan pertanian Indonesia. Kulit buahnya hijau pekat berbintik-bintik dengan semburat warna putih. Bahkan, ketika matang pun, mangga manalagi ini tetap saja hijau. Hanya ada semburat kuning di sekitar tangkainya.
Kulit mangga manalagi ini relatif lebih tebal dibanding mangga lainnya. Kulit yang tebal itu melindungi buah selama pengangkutan. Ia lebih tahan lama disimpan. Daging buahnya berwarna kuning, berserat, dan rasa manisnya begitu kental, sehingga nuansa asamnya nyaris tak terasa.
Mangga manalagi ini bisa ditanam di dataran tinggi hingga 1.500 meter di atas laut. Namun, ia lebih produktif di dataran rendah. Daerah pantai utara (Pantura) Jawa Barat banyak menghasilkan mangga manalagi ini. Tak heran, bila di pasar-pasar Jabodetabek pedagang sering menawarkkannya sebagai mangga indramayu atau mangga cirebon.
Mangga Arum Manis
Pohon mangga arum manis itu punya banyak cabang yang menyeruak ke semua arah sehingga membuat tajuknya seperti bulat teratur. Daunnya lebat, dan batang utamanya kekar kecoklatan. Ketika tinggi pohon 10 meter, diameter lingkar batangnya bisa mencapai 150-210 cm, potensi produksinya bisa mencapai 70 kg per tahun.
Bentuk dan ukuran buah mangga arum manis ini tidak berbeda jauh dari manalagi. Tapi, kulit buahnya lebih terang dari manalagi, dengan warna kuning jingga yang meluas di sekitar tangkainya. Saat sudah matang, aroma harum menyeruak dari buah ini. Kulitnya tipis, serat buahnya lebih halus dan manisnya bulat nyaris tanpa asam. Sentra produksi mangga arum-manis ini ada di Jawa Timur, seperti di Sidoarjo, Kediri, dan terutama daerah Tapalkuda Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo.
Klasifikasi Tanaman Mangga
Kingdom : Plantae
Infra Kingdom : Streptophyta
Sub Kingdom : Viridiplantae
Divisi : Tracheophyta
Super Divisi : Embryophyta
Sub Divisi : Spermatophytina
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Super Ordo : Rosanae
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera L
Spesies : Mangifera Indica L
Morfologi Tanaman Mangga
Sama seperti dengan klasifikasi yang dimiliki oleh tanaman mangga, dimana tanaman mangga memiliki morfologi yang unik dan menarik.
Morfologi:
1. Akar
Dalam organ akar telah memiliki morfologi yang berbeda, seperti akar cabang dan akar tunggang. Didalam akar tunggang telah tersedia ukuran yang panjang hingga mencapai kurang lebih 6 meter.
Akar yang telah berada di dasar permukaan tanah akan mengalami perubahan. Dimana akar akan berubah hingga menjadi sebuah akar cabang yang ada pada kedalaman 30 hingga 60 cm dalam permukaan tanah.
2. Batang
Batang dari tanaman mangga memiliki bentuk kayu yang kuat, keras dan mampu bertumbuh dengan cara yang tegak keatas berbentuk bulat yang disertai dengan percabangan dan ranting yang banyak. Pada cabang serta ranting akan menumbuhkan daun-daun yang lebat dan berbentuk kanopi, seperti oval, kubah dan memanjang.
Kulit dari batang tanaman mangga tebal dan kasar dengan warna coklat gelap yang kehitaman atau keabu-abuan. Kalau tanaman mangga ini di perbanyakan generative (menggunakan benih) sehingga tanaman mangga ini bisa bertumbuh dengan sempurna. Jika perbanyakan dengan cara yang vegetative, maka batang tersebut akan menjadi lebih pendek dan batang akan membentang.
3. Daun
Daun dari tanaman mangga menjadi salah satu daun yang tunggal dan tidak memiliki penumpu dan anakan. Panjang dari daun tanaman mangga ini mencapai 8 hingga 40 cm yang disertai dengan ukuran lebar mencapai 2 hingga 12,5 cm. Daun mangga ini terletak dimana-mana, maksudnya daun ini terletak secara berselang-seling dalam mengelilingi ranting.
Tanaman mangga merupakan tanaman yang memiliki daun tidak lengkap, hal ini karena adanya petiolus atau tangkai dan lamina atau helaian daun saja. Bentuk dari daun mangga ini memiliki variasi, disebabkan berbentuk lonjong, mata tombak serta segi empat pada ujungnya dan agak meruncing. Bahkan ditepi bagian dari daunnya terlihat halus, akan tetapi sedikit bergelombang.
4. Bunga
Pada umumnya bunga dari tanaman mangga ini bermajemuk yang bertumbuh dari tunas ujungnya dengan terangkai yang ada dibagian tandan dan rangkaian bunga mangga berbentuk kerucut. Di setiap tandan bunga dari tanaman mangga ini berjumlah banyak, diperkirakan mencapai 1000 hingga 6000 kuntum dan disertai dengan ukuran yang kecil dalam diameter 6 hingga 8 mm.
Dilihat dari pengertian dari bunga jantan dimana bunga mangga berbentuk bunga banci atau hemaprodit dengan rangkaian dari bunga proporsi tanaman mangga cukup banyak.
Dalam bagian kelopak dan mahkota dari tanaman mangga telah tersedia 5 lembar. Kemudian dibagian pangkal buah tidak tersedia tangkai, namun di bagian ujung memiliki kepala putik.
5. Buah
Tanaman mangga ini menjadi salah satu tanaman yang telah termasuk dibagian golongan buah biji dengan memiliki daging yang tebal dan memiliki ukuran panjangnya mencapai 30 cm.
Pada umumnya bentuk buah mangga ini cukup bervariasi, seperti berbentuk oval, bulat dan pipih. Seperti yang sudah diketahui kalau buah mangga ini memiliki berbagai macam jenis mangga, makanya tak salah kalau setiap jenisnya memiliki bentuk yang berbeda-beda.
Buah mangga memiliki warna yang bervariasi juga, seperti kuning kemerahan, kuning, hijau dan dikombinasikan dengan berbagai macam warna yang sudah disebutkan.
Rasa dari buah mangga ini pun berbeda, ada yang rasan asam banget da nada yang tidak asam serta ada yang rasanya manis.
Kulit dari buah mangga ini memiliki kelenjar dan cukup tebal, selain itu buah mangga ini juga tersedia biji yang lumayan keras.
Comments
Post a Comment