Featured

Kencur atau cikur (Kaempferia galanga)

Tanaman kencur ini mampu menghilangkan rasa cemas, stress dan juga depresi yang berlebihan. Tanaman kencur menjadi salah satu tanaman yang mudah untuk membudidayakan tanaman kencur. Tanaman yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia mampu dijadikan sebagai alat untuk itu tanaman ini juga herbal dalam mengatasinya. Nah seperti apa yang sudah dijudulkan, dimana kami disini akan membahas secara lengkap mengenai klasifikasi dan diserta dengan warna. Apa saja yang menjadi klasifikasin dan juga morfologi dari tanama. Buaya? Dibawah inilah yang menjadi klasifikasi dan morfologi yang terlengkap. Apa saja yang menjadi klasifikasi dan morfologinya?   Langsung saja disimak pembahasan yang ada dibawah ini. Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kencur Klasifikasi Tanaman Kencur Tanaman kencur memiliki bahasa latin yakni Kaempferia Galanga beserta dengan klasifikasinya. Seperti apa klasifikasi dari tanaman kencur ini? Langsung saja disimak ulasan yang telah tertulis dibawah ini. Kingdom : Planta...

Tidak setiap kebaikan berbuah manis






"Berbuat baiklah tanpa berpikir"

Motto diatas mungkin sering anda dengar. Memang sebagai orang baik kita tidak perlu mempertimbangkan saat akan berbuat baik. Yang akan saya bahas disini bukan soal anda harus berfikir atau tidak saat akan berbuat baik. Yang akan saya bahas disini hanya kemungkinan buruk yang mungkin terjadi dari hasil sebuah perbuatan baik.

Niat baik dan perilaku tulus yang diberikan seseorang kepada orang lain belum tentu mendapat tanggapan baik. 

Ada kisah nyata yang diceritakan kepada saya oleh seorang pemilik toko elektronik di suatu kota kecil. Bukan pemilik toko yang akan saya ceritakan, karena perempuan paruh baya yang saya kenal baik hati  tersebut berkisah tentang tukang parkir di depan tokonya.

Beliau berkisah tentang tukang parkir yang telah menjadi juru parkir di depan tokonya sejak masih remaja. Hanya berbatas trotoar ke etalase tokonya, dan seringnya tukang parkir tersebut ngobrol dengan yang ada di toko tersebut saat waktu luang, maka pemilik toko serta karyawannya dan tukang parkir tersebut banyak terbuka terhadap kehidupan sehari-hari mereka.

Tukang parkir yang perantau dari tanah seberang itu berjuang dalam keterbatasan ekonomi kesehariannya. Mereka yang bergaul sehari-hari sering membantu karena iba dan kebaikan hati mereka.

Tips lebih dari orang-orang yang parkir, hadiah idul fitri, natal dan imlek mengalir setiap even berlangsung. Kawasan pertokoan tersebut termasuk kawasan ramai apalagi menjelang indul fitri dan akhir tahun, masyarakat sekitar ramai membeli barang elektronik.

Tak heran si tukang parkir menjadi orang yang cukup mandiri secara ekonomi. Setelah cukup umur dan cukup secara materi, si tukang parkirpun menikah. Istrinya ikut membantu mencari nafkah dan setelah anak-anaknya agak besar sering diajak ke lapak parkir sang bapak.

Melihat seorang tukang parkir yang selalu ditunggui anak kecil, orang disekitarnya makin iba dan makin sering membantu dengan caranya masing-masing. Seiring waktu seiring pertumbuhan sang buah hari, makin mapan ekonomi pak parkir.

Namun apa yang terjadi?

Seperti kacang lupa kulitnya, "kere munggah mbale". godaan syahwat tak terbendung.

Si tukang parkir menikah lagi dengan gadis yang jauh lebih muda dari istrinya. Memberi makan 2 istri beserta anak-anaknya ternyata tidak segampang saat menyalurkan hawa nafsunya. Lapak parkir di kawasan toko elektronik tersebut sejak awal di bagi 2 shift dengan 2 tukang parkir. Mereka bergantian setelah pukul 16.00. Sebenarnya si tukang parkir yang saya ceritakan ini sudah mendapat jam gemuk karena mengambil shift pagi. Sedangkan tukang parkir lain yang saya tahu saat cerita ini diungkapkan masih lebih muda, mengalah untuk terus mengambil jam malam yang lebih sepi.

Namun karena syahwat kepada wanita selalu dibarengi dengan harus bertanggung-jawab secara ekonomi, setelah menikah lagi dan anak dari istri mudanya mulai membutuhkan biaya, maka sifat si tukang parkir berubah drastis menjadi pemberang.

Hubungan dengan pemilik toko dan karyawannya menjadi renggang, karena kebaikan pemilik toko di sekitar dirasa kurang oleh si tukang parkir. Pemberian dari buah kebaikan orang-orang tidak lagi cukup sebab harus dibagi 2. Pergantian shift yang sudah berlangsung lama dan disepakati bersama setiap pukul 16.00 pun dilanggar.

Perlakuan kasar dan caci maki sering keluar dari mulut si tukang parkir kepada tukang parkir pada shift berikutnya. Beruntung tukang parkir shift malam adalah orang yang sabar, sehingga perselisihan hanya berakhir dengan adu mulut saja, dan lebih banyak si juru parkir muda yang banyak mengalah.

Kejadian yang sama juga saya alami saksikan sendiri dengan seorang penjaga malam sebuah gereja yang juga menjadi juru parkir di setiap even gereja. Kebaikan orang-orang yang beribadah justru dimanfaatkan untuk kenikmatannya. Meninggalkan istri di kota lain dan hanya 1 minggu sekali dapat mengunjungi istri, menjadikan pak satpam ini "haus" syahwat. Selingkuh dengan perempuan nakal menggunakan dana parkir yang tidak disetorkan. Menghiba kepada orang-orang kaya warga gereja tersebut untuk memenuhi kemewahan perempuan simpanannya.

Dalam keseharian, karena tidak mengetahui perilaku mereka, kita akan langsung jatuh iba melihat penampilan mereka. Namun betapa sedihnya kita saat tahu bahwa mereka yang kita bantu, yang dengan tulus kita curahkan kebaikan hati, ternyata berperilaku busuk seperti kejadian nyata diatas.

Memang berbuat baik tidak perlu berfikir. Tentu saya tidak akan mengecilkan hati anda yang mau berbuat baik, namun menyalurkan perbuatan baik melalui lembaga yang kita percaya akan mengurangi dosa kita karena mendorong orang lain berbuat dosa. Janganlah karena perbuatan baik kita, orang yang kita tolong justru terjerumus ke kdalam dosa yang kita sendiri tidak menghendaki terjadi pad diri sendiri.

 


Comments