 |
| Slogan Mandiri e-cash "transaksi tanpa rekening, uang tunai di handphone, mandiri saja" seperti pada flash picture di situs resminya. |
Revolusi Industri 4.0 sudah menjadi gelombang perombakan teknologi di negara-negara belahan dunia Industri. IT (teknologi informatika) bukan lagi menjadi momok, melainkan sarana pertarungan industri. Di negara maju seperti Jepang, China, Amerika, dan Korea Selatan, IT bahkan sudah menjadi bagian pembelajaran siswa sejak pra sekolah. Seniman sudah memanfaatkan teknologi, bahkan mempelajari dan menjadi bagian dari teknologi itu sendiri.
Revolusi Industri 4.0 mungkin akan melenyapkan ratusan sampai ribuan jenis pekerjaan, yang secara otomatis akan menciutkan lapangan pekerjaan. Jika pendidikan terus bertahan seperti kurikulum saat ini, tak menutup kemungkinan pekerjaan dan tenaga kerja perbankan.
Bank Mandiri sebagai industri keuangan milik pemerintah dalam naungan BUMN rupanya menyadari trend industri perbankan dewasa ini. Online tidak hanya sekedar dapat melakukan transaksi antar cabang, antar bank menggunakan mesin ATM, internet banking, dan sms banking. Bank Mandiri pernah menjadi bank terbaik 10 tahun berturut-turut. Bank Mandiri bahkan pernah menjadi bank terbesar meski jumlah cabangnya tak sebanyak bank BRI.
Banyak terobosan yang dilakukan oleh bank Mandiri, salah satunya adalah mandiri e-cash, perbankan online tanpa rekening dan hanya membutuhkan smartphone untuk bertransaksi. Prinsip dasar dari mandiri e-cash sama seperti e-wallet yang sudah lama diterapkan oleh industri swasta, namun masih banyak ditentang oleh para pembuat kebijakan. Industri non keuangan seperti provider layanan telepon dan data seperti Indosat dan Telkomsel sudah lama menggunakannya. bahkan industri transportasi besutan anak negeri Go-Jek, telah menggunakan Go-pay sebagai alat pembayaran yang sah.
Sama seperti anda memiliki paypall, bitcoin, go-pay dan walet lain yang anda kenal, mandiri e-cash diarahkan menuju sistem yang sama.Namun seiring menurunnya penilaian sebagai bank Mandiri terbaik, bukti nyata
ditunjukan dengan unjuk kerja yang semakin menurun pula. Seperti
keluhan-keluang yang diampaikan melalui laman facebook
bank Mandiri. Industri online yang berbasis telekomunikasi dasar saja masih banyak mendapatkan komplain tanpa solusi yang dapat memberi nilai positif kepada pengguna jasanya.
Mandiri e-cash sudah lama disebarluakan melalui googleplay dan AppStore, namun jangan anda buru-buru menginstal lalu mengatur sendiri seperti anda lakukan dengan aplikasi-aplikasi profesional lainnya. Ada 2 Aplikasi mandiri e-cash di googleplay, namun salah pasang akan membuat anda pusing kepala dan miskin pulsa.
Mandiri e-cash terbaru akan bergambar Art seorang perempuan berambut pendek memegang smartphone di tangan kiri saat dijalankan. Eits tapi jangan senang dulu saat anda bisa menginstal, dan menghabiskan pulsa untuk bolak-balik meminta verifikasi, karena mandiri e-cash bukan aplikasi sunguh-sungguh online. Tidak seperti paypal atau uang virtual lain, anda tetap harus mengaktifkannya secara manual.
Anda bisa mengaktifkan melalui ATM, atau SMS Banking. BENAR!!! itulah sebab saya sebut mandiri e-cash bukan aplikasi online sesungguhnya, langkah yang bisa petunjukknya anda cari di internet atau muncul di pop-up saat anda berhasil login pertama di aplikasi mandiri-ecash HANYA UNTUK NASABAH yang memiliki rekening, karena dibutuhkan ATM atau PIN SMS banking.
Jika anda tidak memiliki rekening, sesuai petunjuk terakhir anda diarahkan untuk menuju pelayanan bank mandiri terdekat. Tapi, WOW anda akan pusing menghadapi pertanyaan dari satpam yang tidak paham apa itu mandiri e-cash, bingung mau disuruh kemana, lalu diarahkan ke CS yang mengantrinya bisa sampai 1 jam. Setelah di depan CS anda akan menghadapi kebingunan para CS dan mengeluh bahwa sistem tidak bisa diakses, tidak punya privilige dan lain-lain.
Saya terakhir dibantu dengan aktivasi melalui ATM milik mbak CS, sayang setelah aktif beberapa hari saya tak lagi bisa login dengan notifikasi ANDA BERGANTI SIMCARD. Beruntung saya belum banyak mencoba, seandainya sudah saya top-up alahngkah pusingnya saya harus setiap kali bolos kerja hanya untuk mengantri di CS bank Mandiri yang setiap nomor bisa memakan waktu 30 menit sampai 2 jam.
Uang saya yang hilang mungkin hanya receh tak berarti bagi anda, Rp.20.000 yang gagal transfer karena ternyata setelah install dan aktivasi, ternyata harus "upgrade" lewat manual, how stupid I am, untuk mengembalikan uang itu saya harus ke jogja yang biayanya 2x lipatnya. Juga pulsa SMS sebesar Rp.10.000,-
Bank Mandiri adalah salah satu BUMN yang bergerak dalam jasa keuangan. Industri yang digitalisasinya membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra untuk dapat menyesuaikan dengan gempuran teknologi. Sebagai bank yang pernah 10 tahun merajai perbankan Indonesia, dengan kemampuan adaptasi terhadap teknologi begitu rendah, maka menimbulkan pertanyaan, bagaimana dengan BUMN yang lain.
Proteksi pemerintah yang terus-menerus dilakukan saat ini tidak akan mampu memberikan nilai positif kepada BUMN. Yang terjadi sebaliknya justru dapat mengebiri dan mengkerdilkan BUMN sehigga gagap terhadap kemajuan dunia. Tindakannya tidak mau bertarung secara terbuka dunia luar tidak akan pernah menjadikan BUMN belajar, sehingga kedewasaanya tidak akan pernah tumbuh.
Comments
Post a Comment