Featured

Kencur atau cikur (Kaempferia galanga)

Tanaman kencur ini mampu menghilangkan rasa cemas, stress dan juga depresi yang berlebihan. Tanaman kencur menjadi salah satu tanaman yang mudah untuk membudidayakan tanaman kencur. Tanaman yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia mampu dijadikan sebagai alat untuk itu tanaman ini juga herbal dalam mengatasinya. Nah seperti apa yang sudah dijudulkan, dimana kami disini akan membahas secara lengkap mengenai klasifikasi dan diserta dengan warna. Apa saja yang menjadi klasifikasin dan juga morfologi dari tanama. Buaya? Dibawah inilah yang menjadi klasifikasi dan morfologi yang terlengkap. Apa saja yang menjadi klasifikasi dan morfologinya?   Langsung saja disimak pembahasan yang ada dibawah ini. Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kencur Klasifikasi Tanaman Kencur Tanaman kencur memiliki bahasa latin yakni Kaempferia Galanga beserta dengan klasifikasinya. Seperti apa klasifikasi dari tanaman kencur ini? Langsung saja disimak ulasan yang telah tertulis dibawah ini. Kingdom : Planta...

Menggaruk aspal bersama GRAB



Sering duduk manis di rumah, karena tak ada modal untuk bisnis, dan kalaupun ada usaha sepertinya membagi waktu jauh lebih sulit, maka iseng-iseng mendaftar secara online jadi mitra Grab untuk Magelang dan sekitarnya.

Pendaftaran online cukup mudah, meskipun sempat terkendala persyaratan surat kuasa penggunaan kendaraan karena napa yang tercantum pada STNK tidak sama dengan nama pendaftar. Yo jelas to rek, namanya juga motor sekenan.

Setelah pendaftaran administrasi secara online beres, keesokannya mendapatkan SMS undangan untuk pelatihan online melalui video. Ada kuis yang harus dijawab dengan benar agar dapat melanjutkan ke proses berikutnya.

Sudah biasa mainan youtube, jelas kuis yang hanya mengulang dari pernyataan dan materi di video tak lebih dari 2 jam sudah terbabat habis. Padahal kita diberi peluang untuk dapat menyelesaikan 24 jam dari saat pertama kita mulai.

Selesai kuis dengan nilai cukup memuaskan, 24 jam kemudian alias keesokan harinya akun sudah diaktifkan. Muter-muter cari informasi kesana kemari tak dapat menemukan informasi apa yang harus dilakukan berikutnya.

Mau mencari informasi offline, kantor perwakilan tidak jelas, di googling hasil berpindah-pindah dengan lokasi yang tak pernah ditemukan. Maklum transportasi online tidak mendapatkan ijin di Kota Magelang, meskipun pemdanya mengklaim indek pembangunan manusianya tertinggi ke 4 di Jawa-tengah, namun bukan berarti index pembangunan manusia itu menunjukkan kualitas intelektualitas masyarakatnya. Terbukti mengadaptasi revolusi industri 4.0 saja masih gagu dan gamang. Tak beda dengan banyak wilayah di Indonesia yang index pembangunan rata-rata hanya berupa angka, dan "mbelernya" hanya ke kebutuhan perut.

Akhirnya harus "lari" sampai ke jogja hanya untuk memastikan RUKO TRUNAN, yang tempatnya tersembunyi di balik taman kota, dibawah pohon besar sehingga tak terlihat jelas dari jalan, dan selalu lenyap saat dicari melalui google map.

Kembali ke Magelang lepas maghrib, kantor yang buka hanya sampai jam 16.00 sudah terlihat gelap. Keesokkan harinya pukul 09.25 mendapat notifikasi SMS akun kena suspend karena atribut belum diambil, weleh saya ini bagian dari bangsa Indonesia yang gagu revolusi industri 4.0 sehingga mencari sebuah kantor perusahaan online saja sampai tidak ketemu.

Sore hari mencoba mengurus ke kantor Grab, dibantu oleh admin dan harus lari-lari (pake motor sih) untuk top up saldo, akhirnya akun aktif kembali 24 jam berikutnya (hadeh sudah mandi keringat duluan).

Masih bingun kesana kemari, saat tulisan ini saya buat, saya baru menggaruk aspal sekitar 10 hari. Untung anak-anak Grab bukan tipe masyarakat individualis, terbukti saya banyak dibantu menggunakan aplikasi, meski masih saja gagu dan sering melakukan kesalahan sampai hari ini.

Sehari dapat order, sehari ZONK dan tombok bensin masih saya lakoni sambil "nyicil" atribut yang besarannya cukup wow  untuk ukuran ekonomi Magelang. Namun harapan tetap ditinggikan, mengingat di Magelang saat ini Grab masih jadi " The Second Opinion".

Harapan selalu menyala karena rejeki bukan kita yang menentukan, kita hanya dapat mengusahakan. Dengan makin ramainya Grab di kota-kota kecil, memungkinkan masyarakat bergerak tanpa batas. Bagi yang mau mudik ke Magelang, Temanggung, Sragen, Ungaran dan kota-kota kecil yang ramah transportasi online, kini tak perlu khawatir Bus datang tengah malam di pertigaan tengah sawah, karena anda bisa mencari driver di titik jemput yang rata-rata siap 24 jam.

Makin banyak juga mitra Grab Food yang buka sampai malam, bahkan rela hidup 24 jam untuk melayani kebutuhan akan gizi customer. Saat malam-hari hanya dengan menambah ongkos Rp. 4.000 yang jika dibandingkan dengan keamanan keluar malam (terutama bagi mahasiswi/karyawati kos), BBM, dan ongkos parkir tentu tak sebanding. Makan malam bisa sewaktu-waktu dengan pilihan menu yang cukup beragam, maka kehadiran transportasi online menjadi kebutuhan nyata untuk masyarakat kita.

Tapi ingat jangan minta titik jemput di zona merah, agar tak perlu berkonflik dengan angkutan konvensional yang juga membutuhkan rejeki untuk kehidupannya.

Oh ya. Dengan fitur nomor darurat yang bisa ditambahkan sampai 10 nomor, penumpang maupun driver akan aman dan nyaman karena jika ada hal yang dirasa kurang mengenakkan, kita bisa menekan tombol DARURAT dan semua nomor aktif yang didaftarkan sebagai nomor darurat akan langsung memantau pergerakan anda.




Comments