Surprise banget, melihat iklan di Bukalapak investasi danareksa hanya Rp.10.000,-

Sebagai orang miskin yang pengin belajar investasi saya sering merasa jengkel karena setiap kali datang ke sebuah bank dan bertanya mengenai investasi selalu dijawab dengan "bapak punya dana berapa?". Saya selalu jawab dengan senyum kecut, tetapi pihak bank selalu dengan semangat menjelaskan sistem yang saya nggak ngerti-ngerti meski telah diterangkan berkali-kali. Saja semakin tidak bisa mengerti karena dana yang harus ditanamkan adalah dana simultan yang harus disetorkan secara rutin dan jumlahnya sangat besar bagi saya yang miskin dan berpendapatan di bawah UMR. Tujuan saya investasi jelas bukan merencanakan masa depan, karena saya tidak bisa merencanakan keuangan yang tidak pernah cukup untuk makan sehari-hari. Saya terus berselancar kesana kemari, berkali-kali mendaftar ke situs investasi tetapi tidak pernah top-up karena tidak ada dana yang dapat disisihkan. Tujuan utama saya mencari informasi investasi hanya sekedar ingin tahu seberapa menguntungkan dan bagaimana cara yang baik berinvestasi agar tetap untung. Dengan memiliki pengalaman berinvesgtasi saya berharap kelak jika anak-anak saya punya penghasilan, saya bisa ngobrol dengan anak-anak saya mengenai invesgtasi dan dapat mendorong mereka berperan dalam perkembangan ekonomi bangsa Indonesia.
Banyak situs trading forex atau investasi lain yang menjanjikan investasi mulai Rp.100.000,- tetapi setelah mendaftar janji itu hanya jebakan batman, dan akhirnya email dibombardir dengan berbagai iklan yang tidak saya butuhkan. Namun akhir Januari 2017 anak laki-laki saya memaksa menginginkan lampu untuk sepeda dan saya mencari di beberapa situs online. Saat membuka situs belanja Bukalapak, saya disodori iklan videotron yang menyajikan berbagai iklan yang sedang diunggulkan oleh Bukalapak. Biasanya saya tidak terlalu tertarik dengan iklan-iklan semacam ini, tetapi karena karena grafik yang identik dengan grafik investasi, saya coba buka di tab baru sembari mencari barang yang diinginkan anak laki-laki saya.
Setelah sedikit membaca sana-sini mengenai investasi danareksa dan Bukareksa di Bukalapak, saya beranikan diri topup Rp.100.000,- dan saya belikan portofolio saya yang pertama sebesar Rp.50.000,-. Percaya atau tidak itu uang hutangan dari kas alumni kampus saya yang belum saya setorkan ke bendahara umum karena jumlah masih kurang, dan celakanya saat itu saya tergiur dengan bukareksa sehingga semakin berkuranglah uang yang seharusnya saya kembalikan. Namun saya tidak menyesal, meskipun sampai saat ini saya masih belum dapat mengembalikan uang alumni dan dengan rasa malu yang tertahan saya memohon kepada bendahara umum alumni untuk mencatat setoran saya sebagai kas terhutang. Meski baru sebulan berjalan, saya berharap apa yang saya lakukan dapat menjadi ajang belajar saya mengenai danareksa yang sebenarnya tidak terlalu sulit juga. Kalaupun semisal sampai uang itu lost, saya anggap sebagai biaya belajar.
Sampai saat ini saya benar-benar belum faham akan danareksa, tetapi saya akan terus mencoba belajar. Saya sangat senang jika ada yang mau membantu saya mempelajari investasi. Saya sangat senang karena ada Bukalapak yang membantu orang miskin berinvestasi. Meski miskin saya tidak mau kalah pengetahuan dengan orang kaya dan pintar di luar sana. Bravo Bukalapak.
Comments
Post a Comment