Featured

Kencur atau cikur (Kaempferia galanga)

Tanaman kencur ini mampu menghilangkan rasa cemas, stress dan juga depresi yang berlebihan. Tanaman kencur menjadi salah satu tanaman yang mudah untuk membudidayakan tanaman kencur. Tanaman yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia mampu dijadikan sebagai alat untuk itu tanaman ini juga herbal dalam mengatasinya. Nah seperti apa yang sudah dijudulkan, dimana kami disini akan membahas secara lengkap mengenai klasifikasi dan diserta dengan warna. Apa saja yang menjadi klasifikasin dan juga morfologi dari tanama. Buaya? Dibawah inilah yang menjadi klasifikasi dan morfologi yang terlengkap. Apa saja yang menjadi klasifikasi dan morfologinya?   Langsung saja disimak pembahasan yang ada dibawah ini. Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kencur Klasifikasi Tanaman Kencur Tanaman kencur memiliki bahasa latin yakni Kaempferia Galanga beserta dengan klasifikasinya. Seperti apa klasifikasi dari tanaman kencur ini? Langsung saja disimak ulasan yang telah tertulis dibawah ini. Kingdom : Planta...

Surat seorang Kepsek di Singapura kepada Wali Muridnya

Anda yang ikut beberapa group di WA mungkin, beberapa kali menerima kiriman artikel pada berjudul Surat  seorang Kepsek di Singapura kepada Wali Muridnya di berbagai group yang anda ikuti. Isinya sungguh mengesankan. Kepedulian yang luar biasa dari seorang kepala sekolah kepada para muridnya, hingga ia menyempatkan diri menulis surat untuk para orang tua muridnya tersebut.
Singapura merupakan tujuan pendidikan favourite bagi banyak orang tua di Indonesia, tak kurang dari presiden RI Joko Widodo tercatat menyekolahkan anaknya di Singapura. Indeks pendidikan dan indeks membaca di Singapura selalu menempati ranking atas, meskipun tidak selalu nomor 1. bandingkan dengan Indonesia yang berada di urutan 64 dari 65 negara yang disurvei. Di level ASEAN, Indonesia kalah jauh dari Vietnam yang menempati urutan ke-20. PISA juga menempatkan Indonesia di nomor 57 dari 65 negara yang diteliti dalam hal kemampuan membaca siswa. Bahkan di Indonesia yang tingkat  inovasi pendidikannya tepat di belakang Denmark, ternyata masih memiliki penduduk buta huruf mencapai 35%.
Sigapura dengan luas wilayah hanya 277,6 mi² menduduki peringkat 18 dalam indeks pembangunan manusia. Tanpa memiliki sumber daya alam apapun, dengan jumlah penduduk lebih dari 5,399 juta tak bisa dibayangkan betapa ketetnya persaingan hidup di singapura. Dengan ketatnya persaingan hidup, menjadikan orang tua begitu getol mendorong anaknya untuk menyiapkan diri menghadapi masa depan. Saking getolnya banyak orang tua yang memberikan hukuman jika anaknya tidak sesuai harapan dalam menempuh pendidikan.
Kerasnya tuntutan orang tua, yang sebenarnya manifestasi dari tuntutan situasi di Singapura membuat prihatin seorang kepala sekolah sehingga ia menuliskan sebuah surat seorang Kepsek di Singapura kepada Wali Muridnya. Meski banyak beredar di sosial media Indonesia dengan bahasa Indonesia yang sempurna, mungkin surat tersebut telah diterjemahkan oleh penyebarnya.
Pertanyaanya, seberapa relevan surat tersebut sehingga masyarakat secara masive menyebarkan melalui berbagai sosmed. Jika dirunut pada data diatas, indeks membaca Indonesia sulit sekali digambar grafiknya. Ssurat tersebut lebih pada pemberangusan netralitas dunia pendidikan, dimana orang tua sekarang ini terlalu banyak dan terlalu jauh ikut campur dalam hal-hal teknis tanpa memandang visi-dan misi sekolah. Kalau memang merasa tidak cocok dengan pendidikan di Indonesia maka ambil langkah yang tepat seperti yang dilakukan banyak orang tua ini.
  1. Sekolahkan anak anda di sekolah full Internasional sejak TK-SD
  2. Jika berani mandiri kirim anak anda ke Singapura untuk sekolah SMP / SMA
  3. Kuliahkan di Amerika, Australi, Jerman ata Denmark dan Finlandia, maka apa yang menjadi idealisme anda di dunia pendidikan akan tercapai.
Kita bangsa yang merdeka dan mandiri, tidak bisa meniru dan mnjiplak begitu saja sistem dari asing, karena kita bukan bangksa mereka. Ynag tahu model pendidikan apa yang cocok bagi bangsa kita adalah para pendidik di lapangan, bukan peneliti yan hanya mencari responden 3-6 bulan lalu dapat menyimpulkan kehidupan.
Kalau surat tersebut dibuat oleh seorang kepala sekolah di Indonesia mungkin bunyinya dapat menyakitkan hati banyak orang :
   "Tapi perlu diingat di tengah-tengah para pelajar yang akan menjalani ujian itu ada calon koruptor, ada calon pembalap jalanan, ada calon pembobol atm, yang tidak butuh pelajaran matematika atau ipa, cukup memperkuat otot saja. Dan berhentilah berfikir kalau mereka yang bisa menikmati narkoba hanya mereka yang bekerja dan menghasilkan uang, karena asal mereka mau bergaul dengan bandar pasti akan kebagian".
Selamat berfikir!!!

Comments