Tanaman kencur ini mampu menghilangkan rasa cemas, stress dan juga depresi yang berlebihan. Tanaman kencur menjadi salah satu tanaman yang mudah untuk membudidayakan tanaman kencur. Tanaman yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia mampu dijadikan sebagai alat untuk itu tanaman ini juga herbal dalam mengatasinya. Nah seperti apa yang sudah dijudulkan, dimana kami disini akan membahas secara lengkap mengenai klasifikasi dan diserta dengan warna. Apa saja yang menjadi klasifikasin dan juga morfologi dari tanama. Buaya? Dibawah inilah yang menjadi klasifikasi dan morfologi yang terlengkap. Apa saja yang menjadi klasifikasi dan morfologinya? Langsung saja disimak pembahasan yang ada dibawah ini. Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kencur Klasifikasi Tanaman Kencur Tanaman kencur memiliki bahasa latin yakni Kaempferia Galanga beserta dengan klasifikasinya. Seperti apa klasifikasi dari tanaman kencur ini? Langsung saja disimak ulasan yang telah tertulis dibawah ini. Kingdom : Planta...
Listrik Terbarukan. Bumi Hijau, Minim Perawatan, Murah Operasional
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Paket energi surya
Indonesia menjadi salah satu negara yang
dikarunikan kekayaan menergi untuk makhluk bumielimpah, yang seakan tak ada habisnya. Kekayaan yang dapat
dimanfaatkan oleh setiap makhluk secara cuma-cuma tanpa harus mengeluarkan
tenaga. Kekayaan yang menghidupkan setiap makhluk di bumi ini adalah sinar
matahari. Hampir 12 jam per hari sepanjang tahun, semua wilayah Indonesia
menerima sinar matahari. Sinar matahari sering tanpa kita sadari adalah energi
atau katalisator energi untuk makhluk bumi.
Sinar matahari dapat dimanfaatkan
sebagai sumber energi kelistrikan setelah ditemukannya sel surya oleh fisikawan rusia Alexandr Stoletov pada tahun 1888
berdasarkan teori efek fotolistrik luar yang ditemukan Heinrich Hertz pada
tahun 1887. (wikipedia “sel surya”).
Sel surya menjadi menonjol setelah
setelah digunakan sebagai pemasok energi utama pada satelit mulai tahun 1958.
Satelit yang mengorbit di luar angkasa tidak mungkin mendapat pasokan daya dari
bumi. Perawatan satelit juga tidak mungkin dilakukan berkala layaknya perangkat
elekronik di bumi. Sel surya menjadi satu-satunya pemasok energi listrik agar
satelit dapat beroperasi lama, sebab daya tampung baterai sangat terbatas. Meski
harga sel surya sangat tinggi, namun sel surya menjadi satu-satunya pilihan
paling memungkinkan untuk membuat satelit yang cukup ringan dengan pemeliharaan
yang minimal. Proyek luar angkasa menjadi pendorong utama dikembangkannya sel
surya secara besar-besaran, sehingga harganya mulai turun.
Sel surya terpadu berhasil dibuat oleh
anak perusahaan Exxon menjadi sebuah panel menggunakan bahan-bahan yang lebih
murah. Pada pertengahan tahun 1970-an, SPC anak perusahaan Exxon tersebut
menjual panel dengan harga $96 per watt. Perjalanan teknologi panel surya tidak
seinovatif teknologi komunikasi telepon seluler yang berubah hampir setiap 6
bulan. Sulitnya bahan yang stabil dan tahan lama membuat biaya penelitian yang
tinggi. Sampai hari ini belum ditemukan bahan yang memiliki efisiensi tinggi
untuk kepentingan komersial.
Gerakan dan regulasi tanpa dukungan.
Belum ditemukannya teknologi panel
yang efektif untuk produk listrik dalam jumlah besar membuat biaya penelitian
menjadi tinggi. Hal ini membuat harga jual panel surya menjadi sangat tinggi.
Meskipun harga panel surya dan paket pelengkapnya cukup tinggi, minat
masyarakat Indonesia untuk menggunakan panel surya sebagai sumber listrik
tercatat cukup meningkat. Sejak diluncurkannya program “Gerakan Nasional Sejuta
Surya Atap” pada September 2017, pengguna listrik panel surya tercatat telah
melampaui 600 ribu pelanggan pada januari 2019 (EISR Rooftop Solar dan Demokrasi Energi di
Indonesia”). Namun jumlah itu belum ada 1% dibandingkan pengguna dari negara
yang miskin sinar matahari seperti eropa dan amerika.
Pertumbuhan yang cukup tinggi pada minat pemasangan paket listrik panel surya belum diimbangi
dengan keterjangkauan harga material, meski saat ini dengan semakin banyaknya
industri panel surya, harga paket energi surya menjadi semakin murah. Harga
paket panel surya yang mampu menggerakkan rumah-tangga kecil hanya sekitar dua
kali harga pemasangan instalasi 900W listrik jala-jala. Masyarakat masih
menganggap harga tersebut terlampau mahal, karena daya listrik yang didapatkan masih
jauh dari pasokan yang diberikan melalui jaringan jala-jala. Dorongan
pemerintah dengan memberikan subsidi seperti yang dilakukan eropa akan
meningkatkan perwujudan dari keinginan masyarakat tersebut.
Di sisi lain
regulasi yang dibuat oleh menteri ESDM era Ignatius Jonan pada tahun 2018 tidak
disosialisasikan secara luas. Masyarakat secara umum bahkan sama sekali tidak
tahu jika pernah ada gerakan nasional sejuta surya atap. Mereka yang melakukan
pemasangan listrik baru oleh PLN juga tidak diberi alternatif untuk memasang
sistem kelistrikan panel surya. Berbeda dengan eropa yang memberikan subsidi
besar kepada rumah-tangga yang bersedia memasang listrik tenaga surya, PLN
justru merasa terancam eksistensinya jika listrik tenaga surya digunakan di
Indonesia. Tentu tidak berlebihan, karena perusahaan plat merah tersebut selama
ini menguasai sepenuhnya energi listrik dan terus meraup keuntungan yang
signifikan.
Kesadaran
masyarakat untuk memasang energi listrik tanpa polusi sebenarnya semakin
meluas. Pemanasan global (Global warming) telah menjadi obrolan umum sampai ke tingkat
akar rumput, saat mereka berbicara mengenai cuaca. Kekhawatiran akan cuaca yang
semakin tidak ramah kepada industri pangan, dimana sebagian besar penduduk
Indonesia berprofesi sebagai petani, nelayan dan peternak mulai dirasakan
dikalangan akar rumput. Mengganti penggunaan energi dari pembakaran fosil
diharapkan dapat mengurangi efek pemanasan global. Energi surya menjadi salah
satu sumber energi listrik yang paling kecil efek pemanasan globalnya.
Permen
ESDM No. 49/2018yang mengatur tata cara pemasangan energi surya tidak
ditindaklanjuti PLN secara menyeluruh. Pemasangan secara nyata hanya dilakukan
pada daerah terpencil yang sulit dijangkau transportasi. Tidak terlihat secara
signifikan pemasangan panel surya di kota pulau jawa yang masih mengembangkan
perumahan baru. Belum sampai kepada kewenangan menerima atau menolak permintaan
pemasangan sambungan baru panel surya, PLN bahkan berkesan menutupi jika
pelanggan seharusnya berhak menggunakan panel surya. Permen ini juga menjadi
penghambat masyarakat yang sadar hukum jika akan memasang panel surya pada
properti pribadi mereka, karena harus meminta ijin kepada PLN yang tidak ada
kaitan dengan properti pribadi dan pembiayaanya. Pemasangan yang diijinkan oleh
PLN juga harus menggunakan lembaga atau tenaga ahli bersertifikat khusus yang
jelas akan menambah biaya investasi. Masyarakat seakan tidak punya hak untuk
mandiri dalam energi yang melimpah dikaruniakan alam.
Bola salju efek energi mandiri
Proyeksi
kerugian PLN jika banyak pelanggan PLN akhirnya memilih energi surya sebagai
pemenuhan kebutuhan listrik mereka memang cukup besar. Jika target energi surya
yang dicanangkan gerakan sejuta surya atap terpenuhi PLN sebagai perusahaan
monopoli energi akan merugi sekitar 0,24% pada tahun 2020 dan meningkat 0,52 pada
2021 (IESR).
Kerugian
akan terus meningkat seiring semakin banyaknya konsumen yang beralih sumber
energi. PLN tidak akan sendirian menanggung kerugian. Perusahan energi fosil
akan ikut mengalami penurunan, terutama industri batu-bara yang merupakan bahan
bakar terbanyak digunakan pada pembangkit listrik milik PLN. Permintaan pasokan
batu-bara dan bahan-bakar minyak dapat menurun seiring meningkatnya permintaan
energi surya pada pelanggan PLN. Produsen komponen listrik jala-jala meski
tidak drastis akan mengalami pengurangan permintaan, namun untuk industri ini
jika sigap beralih memproduksi komponen tenaga surya, maka kerugian dapat
dihilangkan.
Bumi lestari atau BUMN tak merugi
Sebagai
perusahaan plat merah dan memonopoli bisnis energi, PLN seharusnya bukan
perusahaan yang dikejar untung. Sebagai lembaga milik yang dikawal anggaran
negara PLN seharusnya dapat lebih fleksibel dalam mendukung kebijakan
pemerintah dan keprihatinan global akan terus meningkatnya pemanasan global.
Jika eropa yang notabene sinar matahari adalah karunia alam yang “mahal” bisa
menelorkan kebijakan untuk menyerap karunia alam menjadi sumber energi, betapa
sayangnya Indonesia yang merupakan negara tropis dengan sinar matahari melimpah
menyianyiakan kemurahan alam.
Eropa
memberikan subsidi besar untuk pemasangan paket perangkat energi surya,
sehingga harga paketnya sangat terjangkau masyarakat di sana. Memberikan
subsidi besar kepada paket perangkat energi surya tidak merugikan negara,
karena digunakan untuk memakmurkan masyarakat dan mengurangi beban negara dalam
penyediaan energi dengan bahan bakar fosil yang semakin langka. Target
mengurangi karbon sebagai residu bahan bakar fosil akan semakin meningkat
karena pola pikir energi surya sejurus dengan pola pikir kendaraan listrik.
Kekayaan
surya melimpah, kesadaran masyarakat akan bumi hijau semakin baik, keinginan
untuk berhemat energi fosil makin nyata di masyarakat. Kebijakan dan kemauan
pemerintah untuk ikut berperan aktif dalam menjaga bumi hijau masih ditunggu
menjadi aksi nyata. Kemudahan dan subsidi pada bidang energi yang mendorong
bumi lestari harus diwujudkan secara luas di bumi pertiwi.
Comments
Post a Comment