Indonesia kaya raya akan budaya dan sumber daya alam. Perpaduan antara sumber daya alam nabati dan budaya tradisional warisan nenek moyang, leluhur bangsa Indonesia merupakan kekayaan yang dapat dibanggakan sebagai peninggalan tanpa batas. Salah satu dari warisa itu adalah pengelolaan tumbuhan yang tumbuh dengan mudah di bumi nusantara sebagai obat-obatan tradisional organik yang aman untuk kelangsungan kehidupan.
Berbagai jenis obat-obatan untuk berbagai macam penyakit dari penyakit harian yang ringan sampai penyakit dalam yang membutuhkan penanganan intensif ada di Indonesia. Berbagai penerbit telah menerbitkan buku-buku tentang manfaat tanaman sebagai pengganti obat-obatan. Penulis dengan referensi sampai peneliti menuliskan buku-buku tanaman tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan.
Berbagai referensi resmi juga telah dirilis di berbagai situs yang telah terverifikasi sebagai situs rujukan penulisan dan ilmu pengetahuan. Kami akan mengulasnya kembali untuk mempermudah para pelanggan artikel Sumber Inspirasi Hidup dalam memilih obat-obatan yang dibutuhkan.
Belimbing Wuluh
Mengandung Vitamin C belimbing wuluh ampuh untuk mengurangi resiko gusi berdarah dan sariawan. Belimbing wuluh dapat dimakan begitu saja, dicocol dengan garam atau gula. Selain dapat dimakan langsung belimbing wuluh merupakan bumbu masak makanan terutama makanan khas jawa. Selain mengandung vitamin C belimbing wuluh juga mengandung glukosid, tanin, asam folat, peroksida, kalsium oksalat, sulfur dan kalium sitrat. Rematik, gondongan, encok pegal linu juga akan sirna dengan buah, daun, dan bunganya.
Keji Beling

Daun keji beling banyak mengandung zat penting seperti fosfor, natrium, kalsium dan kalium. Bagian akarnya banyak mengandung polifenol dan flavonoid sedangkan bagian batang mengandung saponin dan tanin. Keji beling terutama banyak dimanfaatkan untuk penanggulangan batu ginjal. Namun tanaman keji beling juga banyak dimanfaatkan untuk diare, menurunkan kolestrol, liver, maag, dan mengobati kencing manis.
Tanaman ini tumbuh secara liar di lingkungan rumah, atau dikebun yang kurang terurus. Memanfaatkan daun ini biasanya dikeringkan lalu direbus dengan air sampai takaran air berkurang. Misalnya dari 1 gelas tinggal menjadi setengah gelas.
Daun Jarak

Pernah mendengar penggalakan jatropa yang gagal dijadikan alternatif bahan bakar alternatif? Galakkan menanam jarak tanpa terpengaruh nilai ekonomisnya. Dahulu jarak banyak tumbuh liar di berbagai daerah. karena dianggap tidak bernilai ekonomis jarak makin ditinggalkan. Padahal daun jarak memiliki kasiat yang sangat baik terutama untuk menjaga kesehatan buah hati.
Daun jarak dapat digunakan sebagai kompres perut kembung untuk anak, hanya dengan menghangatkan beberapa lembar daun lalu ditempelkan langsung ke perut anak. Agar mudah menempel Daun jarak dioles minyak goreng sebelum dihangatkan. Daun jarak juga bermanfaat untuk mengobati penyakit gatal-gatal, luka berdarah, jamur pada kulit, rematik, dan bengkak karena luka.
Daun Beluntas
Di pedesaan, beluntas sering dimanfaatkan sebagai pagar rumah atau kebun. memiliki manfaat sebagai obat herbal yang ampuh untuk mengatasi bau badan, pegel linu, menghilangkan bau mulut, mengobati keputihan, mengobati rematik, perut kembung, dan mengilangkan nyeri pinggang. Bagi yang suka lalapan mentah daun beluntas sering dimakan sebagai lalapan dengan sambal.
Daun Sambiloto
Tanaman yang memiliki nama latin Green chiretta berasal dari negara India dan Srilangka. Saat ini tanaman ini tumbuh subur di berbagai daerah tropis seperti Indonesia, Thailand, Malaysia dan beberapa negara di Benua Amerika.
Daun sambiloto bisa digunakan sebagai obat untuk menurunkan panas badan, memperlancar air seni, obat sakit perut, dan untuk mengobati kencing manis. Dalam sebuah penelitian air hasil rebusan daun sambiloto bisa digunakan untuk menurunkan kadar gula sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid.
Masalah pencernaan seperti diare , sembelit , gas usus, kolik , dan nyeri perut ; Masalah pernafasan, seperti Radang tenggorokan, batuk, bengkak amandel, bronchitis, dan alergi . Penyakit liver seperti pembesaran hati , sakit kuning , dan kerusakan hati akibat obat ; Penyakit Infeksi termasuk kusta, pneumonia, TBC, gonore, sifilis, malaria, kolera, leptospirosis, rabies, sinusitis, dan HIV / AIDS; Masalah kulit seperti luka, bisul dan gatal. dapat dituntaskan dengan daun sambiloto. Namun karena mengandung
andrographolide sambiloto memiliki rasa pahit yang luar biasa
Daun Cincau
Pernah minum es cincau?
Daftar tanaman obat dan khasiatnya yang terakhir adalah daun cincau. Tentu Anda sudah tidak asing dengan tanaman ini bukan? Ya, tanaman yang sering diolah menjadi cendol ini memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Daun cincau pada umunya ada 2 jenis yakni yang berwarna hijau dan hitam, keduanya memiliki rasa yang sama-sama lezat.
Manfaat dari tanaman obat yang satu ini adalah sebagai obat demam, obat diabetes militus, radang lambung, dan mengobati sakit tipes. Selain dibuat cendol cincau, daun cincau dapat diperas langsung untuk diminum hasil perasannya. Jika dirasa terlalu kental dapat ditambahkan sedikit air.
Comments
Post a Comment